IFRA, PAMERAN WARALABA DAN KEMITRAAN TERBESAR DI INDONESIA KEMBALI DIGELAR DI ICE BSD 2026-08-21 20:35

Bisnis kemitraan terus berkembang di Indonesia, mulai dari distribusi, lisensi, hingga business opportunity. Namun, tidak semua bentuk kemitraan dapat disebut franchise. Waralaba memiliki regulasi yang lebih ketat karena wajib memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebagai indikator legalitas usaha. Karena itu, pelaku usaha diimbau lebih cermat memeriksa aspek hukum sebelum bergabung dalam sebuah skema kemitraan.

 

Menjawab kebutuhan tersebut, Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo kembali menghadirkan International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) dengan tema "Empowering the Growth of Ethical Franchising" pada tanggal 28-30 Agustus 2026 di Hall 7 ICE BSD City. Melalui tema tersebut, IFRA 2026 berfokus pada penguatan standardisasi bisnis kemitraan yang aman, legal, dan transparan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.

 

Penyelenggaraan IFRA 2026 tentunya mendapat dukungan dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Franciska Simanjuntak, yang hadir dalam Press Conference IFRA pada 20 Agustus 2026. Menurutnya, IFRA 2026 merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kewirausahaan nasional.

 

 

Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Franciska Simanjuntak

 

 

Ketua Umum AFI, Anang Sukandar, di momen yang sama juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan waralaba, terutama di sektor kuliner. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung sistem dan business format yang jelas serta keunikan bisnis yang tidak mudah ditiru. "Saya percaya Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan ini, tapi tentu butuh dukungan dari semua pihak," ujar Anang.

 

Sejalan dengan besarnya potensi yang disampaikan Anang, penyelenggaraan IFRA 2026 turut dirancang dengan skala yang lebih besar untuk dapat mengakomodasi pertumbuhan minat masyarakat terhadap bisnis kemitraan dan waralaba di Indonesia. Di edisi ke-25 kali ini, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menargetkan kehadiran 250 merek unggulan dari 175 perusahaan, dengan proyeksi 30.000 pengunjung secara hibrida. "Dengan skala tersebut, kami berharap IFRA dapat menjadi ruang temu yang strategis bagi pelaku usaha, pemilik brand, dan calon mitra untuk saling mengenal model bisnis masing-masing, sebelum memutuskan untuk menjalin kerja sama," ujarnya.

 

 

Sesi tanya-jawab di Press Conference IFRA

 

 

IFRA 2026 juga menghadirkan berbagai program seperti Business Talkshow, IFRA Women's Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, serta The 10th IFRApreneur Business Concept Competition (IFBCC) sebagai ajang kompetisi konsep bisnis bagi calon entrepreneur. Kompetisi business plan bagi mahasiswa ini telah menyeleksi 12 tim terbaik, dengan tiga finalis yang akan melakukan final pitch pada 30 Agustus 2026 di ICE BSD City. Pengunjung juga dapat menikmati beragam kegiatan interaktif seperti IFRA Content Clash, Interactive Quiz & Lucky Draw, hingga Business Mascot Competition yang menghadirkan sisi seru dan menghibur dari dunia bisnis.

 

IFRA 2026 terbuka bagi masyarakat, pelaku bisnis, dan calon investor yang ingin mencari peluang usaha yang legal dan terstandarisasi. Tiket masuk dibanderol Rp60.000 dan sudah dapat dipesan melalui www.ifra-indonesia.com atau dibeli on the spot pada hari pelaksanaan. Khusus pemesanan tiket secara online hingga 27 Agustus 2026, pengunjung dapat menikmati promo buy 1 get 1. Informasi terbaru seputar IFRA 2026 dapat dipantau melalui Instagram @ifra_expo dan situs www.ifra-indonesia.com

 

 

Teks & Foto: Istimewa
Comment