Gunung Luhur Sukamakmur. Pemandangan di Pos 3 pun sudah bagus
Memilih gunung atau puncak mana dulu yang didaki di Sukamakmur Bogor bukan perkara mudah. Karena pilihannya banyak bangeeettt… Mencoba memilah dari postingan orang-orang di media sosial juga nggak sesederhana itu. Semua tampak menarik. MyTrip biasanya memilah berdasarkan: ketinggian gunungnya, pemandangan dari puncaknya, tingkat kesulitan pendakiannya, durasi pendakiannya, bonus pemandangan apa lagi yang ditawarkan, ramah anak-anak atau tidak. Dan kali ini pilihan jatuh ke Gunung Luhur karena inilah gunung tertinggi di Sukamakmur dengan ketinggian 1.750 mdpl. Dan MyTrip mengajak anak-anak berumur 8 tahun yang memang sudah pernah hiking sebelumnya. Meskipun cukup melelahkan, tapi MyTrip simpulkan Gunung Luhur cukup ramah anak.
Gunung Luhur cukup ramah anak
BAGAIMANA CARA KE BASE CAMP GUNUNG LUHUR?
Sama dengan rute menuju Base Camp Puncak Ciguntur, naik mobil dari Jakarta untuk sampai ke Base Camp Gunung Luhur durasi normalnya sekitar 2,5 jam. Tapi perlu diperhatikan, kondisi jalanan ke arah sana, hari kerja maupun akhir pekan, cukup padat. Jadi jangan berangkat lewat dari jam 7 pagi. Malah bagusnya sebelum jam 6.
Jangan mengarahkan Google Maps langsung ke “Basecamp Gunung Luhur Sukamakmur, Jonggol”, karena kemungkinan besar dari Tol Jagorawi kita diminta keluar di exit tol Citeureup. MyTrip tidak sarankan lewat Citeureup karena kondisi jalannya ke arah Sukamakmur sangat jelek, jadi lebih baik lewat Jonggol. Atau bisa jadi Google Maps bahkan mengarahkan lewat jalur Puncak Cisarua. ‘Ngakalin’ Google Maps-nya, arahkan dulu ke “Metland Transyogi Cileungsi”. Dari Tol Jagorawi, kita akan diarahkan lanjut ke Tol Cijago, ambil ruas kiri ke Tol Cimanggis-Cibitung, keluar di exit Nagrak. Ikuti saja sampai lewatin Metland, barulah pasang Google Maps ke “Basecamp Gunung Luhur Sukamakmur, Jonggol”. Kita akan melalui Jl. Raya Cileungsi-Jonggol, lalu ambil ruas kanan ke Jl. Raya Jonggol-Dayeuh. Panjang nih sekitar 16 km, dan sering macet.
Tidak jauh, sekitar 180 m selepas dari Kelenteng Shia Jin Kong di Jonggol yang ada di sebelah kiri jalan, Google akan mengarahkan belok kanan ke Jl. Sukamakmur-Sukajaya. Dari sini tinggal ikuti saja terus jalan utamanya, lika-liku, turunan-tanjakan, sejauh +/-34 km. Mendekati tujuan, pemandangan mulai terlihat bagus, persawahan dan perbukitan.
Total sekitar 3 jam perjalanan dengan ada macet-macetnya di Jl. Raya Cileungsi-Jonggol. Rutenya sama persis dengan ke Base Camp Puncak Ciguntur, hanya ke Gunung Luhur ini lebih jauh sekitar 5-6 km.
Perlu diketahui, ada juga Gunung Luhur lainnya yang ada di Citorek, Lebak, Banten. Jadi jangan salah memilih pinpoint di Google Maps.
BAGAIMANA RUTE PENDAKIANNYA? BERAPA LAMA DURASINYA?
Setelah membayar biaya registrasi Rp25.000 per orang dan parkir mobil Rp20.000, serta meninggalkan KTP (cukup satu per grup), pendakian dimulai dengan mengikuti jalanan yang masih lebar, berupa jalan tanah yang sudah diratakan dengan batu. Lalu langsung ada percabangan, tapi jelas ada petunjuknya. Ambil kanan. Jadi memang rutenya sudah rapi, tidak pakai pemandu pun tak masalah.
Percabangan pertama, ambil kanan
Sambung jalanan tanah merah, masih di perkebunan warga. Dan menjelang gerbang pendakian ada warung di kiri-kanan jalan serta sudah mulai tampak pohon tinggi-tinggi. Jalur juga sudah menanjak dan sudah dibuat undak-undakan. Di ujung warung-warung ada penanda untuk belok kanan, ke arah gunungnya. Jalanannya masih tanah merah yang sudah dibuat undak-undakan. Sekitar 2 menit tibalah di gerbang pendakian. “Selamat Mendaki Gunung Luhur 1750 mdpl”.
Warung di kiri-kanan
Di ujung warung-warung, belok kanan
Jalanannya masih tanah merah yang sudah dibuat undak-undakan
Gerbang pendakian
Dari gerbang sampai ke puncak boleh dibilang hampir tak ada bonus, menanjak terus. Tapi untungnya sebagian besar jalur berada di bawah pohon besar jadi adem. Jalurnya juga dominan tanah merah yang kalau habis hujan pasti becek dan licin. MyTrip mendaki Gunung Luhur 7 Januari 2026 saat hari-hari sebelumnya banyak hujan tapi pagi itu lumayan cerah tapi tidak terik. Di beberapa bagian jalanan masih becek dan sedikit licin. Untungnya memang jalur Gunung Luhur sudah dipersiapkan dengan baik, hampir di semua rute sudah dibuat undak-undakan dan juga disediakan railing kayu untuk pegangan. Walaupun ada juga ruas yang undakannya belum dirapikan dan nggak ada pegangan. Makanya trekking pole sangat membantu.
Hampir di semua rute sudah dibuat undak-undakan dan juga disediakan railing kayu untuk pegangan
Ada juga yang undakannya terjal, trekking pole sangat membantu
Ada jalur yang sangat becek, sepatu bisa amblas masuk ke tanah lembek dan basah kalau kita memaksa lewat situ. Untungnya kita bisa melipir sedikit ke atas kanan, lalu turun lagi ke bawah. Jalur sebelah kanan itu sepertinya jalur motor.
Jalur becek, harus melipir ke atas
Turun lagi ke bawah
MyTrip tiba di Pos 1 setelah +/-30 menit berjalan santai dari parkiran. Atau 20-an menit dari gerbang pendakian. Pos 1 sedikit terbuka ke arah pemandangan gunung lainnya, kemungkinan yang selalu terlihat dari Gunung Luhur adalah Gunung Batu dan Gunung Baud.
MyTrip di Pos 1
O ya, di setiap pos ada plang penanda yang dibuat pihak Perhutani, ada nama lokasi, durasi menuju pos berikutnya, dan kalimat-kalimat yang berbeda-beda di bawahnya. Ada kalimat yang sangat mewakili kegalauan khas anak remaja.
Plang Pos 1
Karakteristik jalur dari Pos 1 ke Pos 2 masih sama, tanah merah, kadang ada undakan dan pegangan, kadang tidak, dan masih teduh. Dari Pos 1 ke Pos 2 durasi MyTrip +/-20 menit, 5 menit lebih lambat dari perkiraan waktu yang tertera di plang penanda pos.
Karakteristik jalur dari Pos 1 ke Pos 2 masih sama, tanah merah
MyTrip di Pos 2
Plang Pos 2
Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 separuh jalan masih tanah merah dan di bawah pohon-pohon besar. Separuh jalan lagi mulai sedikit terbuka. Terdapat undak-undakan rapi yang cukup panjang dengan tanaman bunga di kiri kanan, dan di sebelah kiri Gunung Baud makin terlihat jelas. Banyak yang berlama-lama di jalur ini untuk berfoto. Cantik memang!
Jalur dari Pos 2 ke Pos 3 separuh jalan masih tanah merah
Jalur undak-undakan rapi dengan tanaman bunga di kiri kanan
Banyak yang berlama-lama di jalur ini untuk berfoto
Di sebelah kiri Gunung Baud makin terlihat jelas
MyTrip butuh waktu 23 menit dari Pos 2 ke Pos 3 karena kami beberapa kali istirahat. Perkiraan durasi yang dicantumkan di plang hanya 10 menit. Perkiraannya yang salah atau kami yang terlalu lambat, entahlah.
Beristirahat di Pos 3
Plang Pos 3
Di belakang plang Pos 3 pemandangan gunung-gemunungnya cukup jelas. Terjelas memang Gunung Baud. Di belakangnya, entah, kalau cerah apakah Gunung Salak atau Gede-Pangrango yang terlihat. Di area Pos 3 juga terdapat gazebo yang cukup besar, diperuntukkan sebagai mushola. Area Pos 3 ini juga cukup luas, ada beberapa spot cakep buat berfoto.
Pos 3 dan pemandangan gunung-gemunungnya cukup jelas
Lepas dari Pos 3, kita bersimpangan dengan jalur motor. Jalur mulai sedikit terbuka. MyTrip sempat melihat juga ada toilet di sebelah kiri jalan. Kita akan ketemu juga undak-undakan panjang di area terbuka. Kalau sedang terik sepertinya lumayan kepanasan di sini.
Bersimpangan dengan jalur motor
Jalur mulai sedikit terbuka
Toilet pertama yang kami temui
MyTrip membutuhkan waktu 20 menit untuk tiba di Pos 4. Lebih lama 5 menit dari perkiraan di plang. Di Pos 4 ini terdapat pangkalan ojek.
MyTrip di Pos 4
Plang Pos 4
Dari Pos 4 menuju base camp pertama hampir semuanya berupa jalur terbuka. Ada satu ruas karena nggak ada undakannya, disediakan tali webbing. Tapi sebenarnya kalau sedang nggak licin seperti waktu MyTrip lewat, tali ini tidak dibutuhkan.
Jalur terbuka setelah Pos 4
Jalur dengan tali webbing
Hanya 8-10 menit waktu yang dibutuhkan untuk tiba di Sunrise Camp Pancawarna 1. Berupa area kemping terbuka yang cukup luas dengan pemandangan bagus gunung-gemunung apalagi kalau sunrise saat cuaca cerah pastinya. Area kempingnya dilengkapi toilet yang masih terawat dan layak dipakai. Dan ada sumber air di sini.
Sunrise Camp Pancawarna 1
Toilet dan sumber air di Sunrise Camp Pancawarna 1
Tenaga sudah mulai terkuras, matahari makin tinggi, jalurnya terbuka, berharap segera sampai puncak. Tapi setelah melewati tanjakan selama +/-5 menit yang kita temui belum puncak tapi Sunrise Camp Pancawarna 2. Pemandangan bagus, hampir sama dengan Pancawarna 1, ada bunga-bunga dan latar gunung.
Jalur terbuka dari Pancawarna 1 ke Pancawarna 2
Sunrise Camp Pancawarna 2
Dari Pancawarna 2 awalnya jalur terbuka, tapi sekitar 5 menit kemudian kita kembali memasuki hutan, teduh dengan pohon-pohon tinggi. Dan tak lama kemudian MyTrip melihat ada warung. Pucuk dicinta ulam tiba. Kami memutuskan berhenti, kebetulan ada dijual semangka, minuman dingin, gorengan, dan horeeee… mie instan! Makan dan minum dulu yang dingin-dingin. Benar-benar recharge energi.
Jalur terbuka setelah Pancawarna 2
Jalur hutan
Setelah itu hanya sebentar jalur terbuka, lalu masuk lagi area hutan dengan pohon-pohon tinggi. Lumayan ada bonus nih, jalur cenderung landai. Dan hanya butuh waktu 7 menit untuk sampai Pos 5.
Jalur terbuka setelah warung, cenderung landai
Jalur hutan sebelum Pos 5 juga cenderung landai
MyTrip di Pos 5
Plang Pos 5
Menurut plang Pos 5, menuju puncak tinggal 10 menit lagi. Jalur mulai menanjak lagi dan tetap teduh di bawah pohon-pohon tinggi. Tapi tetap bikin ngos-ngosan. Masih ketemu tanah becek juga, dengan akar-akar pohon di sana-sini. Sampai harus mencari jalur yang nggak becek di antara pohon pisang. Atau harus menginjak batang pohon yang difungsikan sebagai jembatan supaya nggak kena becek. Sempat terlihat ada warung lagi tapi saat itu tidak buka. Mulai terasa, kapan sampenya sih ini?
Jalur mulai menanjak lagi dan tetap teduh di bawah pohon-pohon tinggi
Tanah becek
Mencari jalur yang nggak becek di antara pohon pisang
Menginjak batang pohon yang difungsikan sebagai jembatan supaya nggak kena becek
Nah, sekitar 7-8 menit sebelum puncak, kita masih harus melewati tantangan terakhir. Tanjakan terjal tanah merah lengket yang licin. Ada undak-undakannya sih dan pegangan kayu di kanan-kiri. Tapi kebanyakan pendaki termasuk MyTrip lebih memilih jalur di sisi luar pagar pegangan.
Tantangan terakhir sebelum puncak
Menjelang puncak
Fakta di lapangan, MyTrip butuh 23 menit dari Pos 5 hingga sampai di Puncak Pancawangi Gunung Luhur 1.750 mdpl. Bukan 10 menit seperti yang ditulis di plang Pos 5.
MyTrip di Puncak Pancawangi Gunung Luhur 1.750 mdpl
Total durasi pendakian MyTrip dari lokasi parkir hingga puncak adalah 2 jam 25 menit di luar istirahat. Kalau dengan istirahat, total durasi yang dibutuhkan 3 jam 20 menit. Masih sesuai dengan perkiraan yang diinfokan Chat GPT.
DARI PUNCAK GUNUNG LUHUR BISA LIHAT APA?
Saat kondisi super cerah dari puncak kita bisa melihat Gunung Baud, Gunung Salak, bahkan Gunung Gede-Pangrango. Tapi MyTrip hanya melihat Gunung Baud dengan hamparan lembah hijau bak permadani di bawahnya. Sudah cukup memuaskan kok.
Pemandangan dari Puncak Gunung Luhur
Area puncaknya ini memanjang, dan dipagari di bagian jurang. Tentu ada plang penanda puncak yang pastinya diantrein buat berfoto. Ada juga plang puncak yang ditempel di pohon.
Plang penanda puncak
ADA FASILITAS APA SAJA?
Seperti sudah disinggung di atas, di sepanjang jalur ada dua warung setelah Sunrise Camp Pancawarna 2. Tidak menjual nasi dan makanan berat, hanya mie instan, mie kemasan, aneka minuman dingin, gorengan, dan snack kemasan. Tapi walaupun ada warung, tetap wajib bawa air minum yang cukup (minimal 2 x 600 ml) dan snack penambah tenaga ya!
Toilet juga ada di dua tempat, terutama yang kondisinya baik di Sunrise Camp Pancawarna 1.
Kalau mau kemping bisa mendirikan tenda di Sunrise Camp Pancawarna 1 maupun 2. Di sini ada sumber air.
Di area parkir dan loket registrasi ada bebebarapa toilet dan kamar mandi, juga warung-warung makan.
COCOKKAH GUNUNG LUHUR BUAT PENDAKI PEMULA?
Secara umum tidak ada jalur sulit apalagi teknikal. Hanya sangat licin saat hujan atau habis hujan. Jadi masih cocok untuk pendaki pemula dengan syarat kondisi fisik prima. Masih terhitung ramah anak juga. Disarankan membawa trekking pole dan jas hujan, pakai sepatu trekking yang bisa menahan licin dan tidak gampang jebol.
Bagi pendaki hardcore, layak juga gunung ini didaki, karena cukup menguras tenaga, dan pemandangannya pun boleh tahan.