Naik gunung bonus curug
“Sukamakmur nggak ada matinya!” Begitu komentar banyak orang di Instagram demi melihat tak henti-hentinya muncul destinasi pendakian baru di kecamatan yang masuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini. Sukamakmur memang dikenal sebagai salah satu gudang wisata alam di Jawa Barat. Ya bukit, ya curug, ya area kemping. Salah satu yang menarik adalah Puncak Ciguntur dengan ketinggian 1.429 mdpl. Jalurnya ramah bagi pemula tapi cukup menguras tenaga, dan bonusnya, di sepanjang jalur kita akan ketemu 7 curug! MyTrip dan kawan-kawan menjajalnya pada tanggal 20 Oktober 2025. Berikut detail pendakiannya.
Cantiknya Curug 7 di jalur pendakian Puncak Ciguntur
BAGAIMANA RUTE MOBIL KE BASE CAMP?
Memang cukup effort menyetir dari Jakarta untuk sampai ke base camp-nya. Tanpa macet sih 2,5 jam kata Google Maps. Tapi tahu sendiri deh kondisi jalanan ke arah sana, hari kerja maupun akhir pekan sama aja, padat! Kalau berangkat lebih dari jam 7 pagi, bakalan amsyiong. MyTrip memutuskan berangkat pukul 05.45 dari kawasan Taman Mini Jakarta Timur.
Jika mengarahkan Google Maps langsung ke “Puncak Ciguntur 1429 MASL”, kemungkinan besar dari Tol Jagorawi kita diminta keluar di exit tol Citeureup. Nah, berhubung kondisi jalan dari Citeureup ke arah Sukamakmur sangat-sangat jelek, MyTrip anjurkan lewat Jonggol saja. ‘Ngakalin’ Google Maps-nya, arahkan dulu ke “Metland Transyogi Cileungsi”. Dari Tol Jagorawi, kita akan diarahkan lanjut ke Tol Cijago, ambil ruas kiri ke Tol Cimanggis-Cibitung, keluar di exit Nagrak. Ikuti saja sampai lewatin Metland, barulah pasang Google Maps ke “Puncak Ciguntur 1429 MASL”. Kita akan melalui Jl. Raya Cileungsi-Jonggol, lalu ambil ruas kanan ke Jl. Raya Jonggol-Dayeuh. Panjang nih sekitar 16 km, sabar-sabar aja apalagi kalau kena macet.
Tidak jauh, sekitar 180 m selepas dari Kelenteng Shia Jin Kong di Jonggol yang ada di sebelah kiri jalan, Google akan mengarahkan belok kanan ke Jl. Sukamakmur-Sukajaya. Dari sini tinggal ikuti saja terus jalan utamanya, lika-liku, turunan-tanjakan, sejauh +/-29 km. Mendekati tujuan, pemandangan mulai terlihat bagus, persawahan dan perbukitan.
Total sekitar 3 jam perjalanan (memperhitungkan pasti ada macet-macetnya di Jl. Raya Cileungsi-Jonggol), sampailah di mulut jalan sempit dengan penunjuk arah “Puncak Ciguntur 1.429 MASL”. Kalau ragu masuk karena jalannya berupa batu-batu, sempit dan menanjak, bisa parkir mobil di “Lembah Tidar Camping & Glamping Curug Ciherang” --terlihat di sebelah kanan, dan di sini ada toilet. Dari situ jalan kaki ke gerbang Pintu Rimba nggak jauh, nggak sampai 10 menit.
Parkir di sini
BAGAIMANA JALUR PENDAKIANNYA? BERAPA LAMA DURASINYA?
Dari Pintu Rimba kita sudah mulai dihadapkan dengan tanjakan, tipis-tipis, dan cuma 5 menit sampailah di Base Camp Puncak Ciguntur. Wajib mendaftar dan bayar tiket dulu, Rp25.000 per orang. Lihat peta jalur pendakian, terlihat ada 4 pos, 7 curug, Puncak 1 Ciguntur dan Puncak 2 Ciguntur. MyTrip sempat bertanya, apakah perlu pakai pemandu. Dijawab tidak, jalurnya jelas dan ada tanda-tanda petunjuknya.
Mulai dari Pintu Rimba
Mendaftar dan bayar dulu
Dari base camp jalur berupa tanah merah kombinasi batu-batu kerikil, atau batu-batu besar, kadang teduh oleh pepohonan besar, kadang terbuka dengan alang-alang di kiri kanan jalur, mendatar maupun menanjak. Hanya 5 menit tibalah kami di persimpangan, kiri ke Curug 1, kanan ke Puncak Ciguntur. Jadi kita ke kiri dulu, sangat dekat. Nggak tinggi dan kecil saja curugnya, dengan genangan air cetek di bawahnya.
Jalur teduh dengan pepohonan besar
Aliran air Curug 1 sudah terlihat
Curug 1
Lepas dari Curug 1, ada tanjakan yang kemiringannya sekitar 45-60 derajat berupa tanah merah berbatu besar dan cukup licin karena terkena aliran air. Tenang, sudah dipasangi tali webbing untuk berpegangan. Lagipula kira-kira nggak lebih dari 10 m jalur terjalnya ini.
Jalur terjal lepas dari Curug 1, dipasangi tali webbing
Tantangan selanjutnya, kita harus melewati tangga-tangga kayu yang sudah dibuat oleh pengelola untuk memudahkan. Dilanjut dengan Tanjakan Hoe, cukup panjang, tapi sudah dibuat undak-undakan dari kayu. Di beberapa ruas juga dipasang tali webbing. Cukup menguras tenaga di sini.
Tangga-tangga kayu
Jalur dengan undakan kayu
Di bagian sulit dipasang tali webbing
Menjelang Curug 2, kita harus melewati jalur melipir di batu besar yang menghalangi, tapi nggak susah dan nggak bahaya kok. Dari Curug 1 ke Curug 2 hanya 15 menit.
Jalur melipir di batu besar yang menghalangi
Curug 2
Curug 2 ternyata satu area dengan Curug 3 dan 4, dan ini juga merupakan Pos 1. Ketiga curug ini biasa aja sih, malah curug 3 dan 4 tergolong sangat kecil.
Curug 2 satu area dengan Curug 3 dan 4
Maju sedikit, terlihat Curug 5, kecil dan pendek, dengan ciri khas ada batu besar di tengahnya sehingga membentuk dua aliran air.
Curug 5
Untuk melanjutkan pendakian, kita harus menanjaki jalur persis di samping Curug 5, berupa batu besar yang dialiri air, tanpa tali webbing maupun railing pengaman. Nggak tinggi sih, tapi tetap harus berhati-hati di sini.
Menanjaki jalur persis di samping Curug 5
Nggak sampai 5 menit, terlihat curug selanjutnya, terdiri dari dua bahkan tiga tingkat. Meski tak ada plang nama, kami menyimpulkan inilah Curug 6 (sesuai juga dengan peta di base camp).
Curug 6
Berpose dulu di Curug 6
Jalur selanjutnya menanjaki tangga-tangga batu, sambung tanah merah agak datar, menanjak lagi. Sebelum mencapai Pos 2, kita harus melewati Tanjakan Riung Anak 1 yang lumayan bikin ngos-ngosan.
Tangga-tangga batu setelah Curug 6
Sambung tanah merah agak datar
Tanjakan Riung Anak 1
Hanya 15 menit dari Curug 6 sampailah MyTrip di Ayunan Tarzan --alami dari ranting pohon besar-- dan di atasnya lagi sedikit sudah Pos 2. Pos 2 disebut juga Puncak 1 Ciguntur karena berada di tempat terbuka dengan pemandangan lembah dan deretan gunung/bukit lain di hadapan, salah satunya yang khas meruncing yang menjadi ikon Jonggol, Gunung Batu. Area ini sendiri juga cantik dengan adanya batang-batang pohon yang berulir-ulir.
Ayunan Tarzan
Pemandangan dari Pos 2
Area cantik dengan adanya batang-batang pohon yang berulir-ulir
Jalur semakin menantang sekaligus cantik. Favorit MyTrip adalah Tanjakan Riung Anak 2 yang menyajikan pepohonan dan bebatuan yang diselimuti lumut, macam “Dunia Narnia”. Terdapat jembatan kayu, undak-undakan kayu di jalur tanah merah yang dikombinasi dengan batu-batu dan akar-akar pohon. Menanjak dan menanjak, di bawah pepohonan rindang, hingga setelah 15 menit sampailah kami di Pos 3.
Tanjakan Riung Anak 2, macam “Dunia Narnia”
Jembatan kayu disambung tanjakan lagi
Tanjakan dengan batu-batu
Tanjakan dengan akar-akar pohon
Foto dulu di Pos 3
Dari Pos 3 jalur agak bersahabat, nggak terjal, dan tetap teduh. Hanya 10 menit terlihatlah Curug 7. Ini curug yang paling bagus dibanding enam lainnya. Ada kolam alami yang cukup dalam dengan air hijau toska bening di bawahnya, dipercantik dengan hamparan bebatuan coklat kemerahan. Sementara curugnya memang nggak tinggi, dengan ciri khas ada batang kayu membujur di tengah aliran airnya. Kami semua sudah sangat tergoda untuk menceburkan diri tapi berpikir ulang karena baju ganti kami tinggal di mobil dan tidak ada bilik ganti juga di situ. Cukup berpuas diri dengan main ciprat-cipratan air deh.
Mendekati Curug 7
Curug 7
Main ciprat-ciprat air di Curug 7
Lepas dari Curug 7, kita harus melintasi aliran air dangkal dengan batu-batu besar. Asal hati-hati melangkah dan memijak batu-batu besar, sepatu kita selamat dari basah.
Jalur air dengan batu-batu besar
Jalur selanjutnya menuju Pos 4 cukup panjang dan no ‘bonus’. Dominan tanah merah basah, di beberapa ruas sulit dan terjal untungnya sudah dibuat undak-undakan dari batang kayu. MyTrip melewati jalur ini dengan durasi 20 menit. Sampailah di Pos 4 alias Puncak 2 Ciguntur.
Jalur tanjakan terus tanpa ‘bonus’ menuju puncak
Puncaknya berupa area luas dengan pepohonan tinggi di sana sini. Ada dua plang penanda puncak. Yang pertama di ketinggian 1.429 MASL, yang kedua di ketinggian 1.404 MASL. Puncak Ciguntur ini disebut Datar Tepus. Pemandangan dari Puncak 2 ini mestinya sih cukup bagus, ke arah bukit/gunung-gunung lain dan lembah. Tapi sayang saat MyTrip di sana kabutnya cukup tebal.
Beginilah suasana Puncak 2 Ciguntur, luas dengan banyak pohon
Puncak 2 Ciguntur 1.429 mdpl
Puncak 2 Ciguntur 1.404 mdpl
Total durasi pendakian MyTrip dari Pintu Rimba sampai Puncak 2 Ciguntur 1,5 jam di luar waktu istirahat dan foto-foto. Kami memulai pendakian dari Pintu Rimba pukul 08.20, dan tiba di Puncak 2 Ciguntur pukul 10.30. Sekitar dua jam kalau termasuk main-main di curug, berfoto-foto dan istirahat di puncak. Durasi turun lebih singkat. Pukul 11.00 kami turun, tiba lagi di Pintu Rimba pukul 12.15. Hanya 1 jam 15 menit.
ADA FASILITAS APA SAJA?
Seperti sudah disebutkan di atas, tidak ada kamar ganti maupun toilet di sepanjang jalur pendakian termasuk di area curug. Hanya ada toilet di base camp. Warung mie instan kata petugas ada, tapi kami tak menemukan satu pun. Mungkin karena kami mendaki bukan saat akhir pekan. Jadi bawalah bekal air minum yang cukup, juga makanan kecil.
Untuk makan berat, ada beberapa pilihan restoran maupun warung makan di sepanjang jalan di Sukamakmur.
BAGAIMANA KALAU MAU KEMPING?
Area kemping ada di Pos 1 dan di antara Pos 2 dan Pos 3. Tapi kalau kemping bayarnya beda ya. Maaf MyTrip tidak bertanya berapa bayarnya.
Kalau kemping bonusnya bisa menyaksikan sunrise maupun sunset. Dengan catatan kalau cuaca cerah.
COCOKKAH BUAT PENDAKI PEMULA?
Puncak Ciguntur cocok didaki oleh pendaki pemula tapi tentu dengan kondisi stamina yang baik. Karena tanjakan demi tanjakannya walaupun nggak ekstrem tapi cukup melelahkan.
Bagi yang sudah sering mendaki atau trekking, gunung ini juga layak dicoba karena cukup menantang, capeknya dapet dalam kadar yang moderat, ditambah bonus curug dan hutan berlumut yang cantik.
Mendaki gunung dengan bonus curug
Membawa trekking pole sangat membantu di jalur terjal maupun saat melintasi aliran air selepas dari Curug 7.
Disarankan tidak mendaki Puncak Ciguntur saat curah hujan tinggi karena akan sangat licin. Tapi berangkat kapan pun, tetap bawa jas hujan ya.