IDE LIBUR LEBARAN 2025 (2): SESERUAN DUA HARI DI SUKABUMI 2025-03-30 09:00

Jembatan Gantung Lembah Purba di Sukabumi

 

Libur Lebaran 2025 ini durasinya panjang banget, 9 hari. Dari tanggal 29 Maret hingga 6 April 2025. Bagi Anda yang nggak mengantungi tiket pesawat ke luar negeri maupun ke luar kota, dan nggak ikut paket tour ke mana pun, jangan sedih. Karena liburan bisa dilewatkan di mana saja. Nggak harus ke tempat yang jauh-jauh. Banyak sekali pilihan akomodasi, aktivitas, maupun atraksi yang dipilih. Anda bisa mengajak keluarga atau orang-orang terdekat. Salah satu rekomendasi MyTrip adalah melewatkan dua hari di Sukabumi, di dua tempat yang berbeda. Hari pertama ke tempat mainstream Situ Gunung Suspension Bridge sekalian naik keranjang sultan yang viral itu. Hari kedua melipir ke tempat yang belum terlalu populer dan terhitung masih baru: Goalpara Estate Camp, sekaligus mencoba hiking di jalur hutan yang belum banyak orang mencobanya. Seru!

 

Forest hiking di Sukabumi

 

HARI PERTAMA AMBIL PAKET JEMBATAN GANTUNG DAN KERANJANG SULTAN DI SITU GUNUNG

Situ Gunung Suspension Bridge sekarang dikenal dengan nama Jembatan Gantung Lembah Purba. Lokasinya sama, di Taman Wisata Alam Situ Gunung di Sukabumi yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tapi jembatannya sudah diganti baru, dulu hanya 243 m, sekarang menjadi jauh lebih panjang, 535 m. Lebih menantang tentunya terutama  bagi yang takut ketinggian.

 

Jembatan Gantung Lembah Purba

 

Untuk mencapai lokasi, Anda nggak bisa mengandalkan Google Maps. Google Maps anehnya tidak menyediakan akses dengan mobil untuk menuju baik itu “Situ Gunung Suspension Bridge”, “Jembatan Gantung Lembah Purba”, “Tanakita 5 Star Camp”, maupun “Pintu Masuk Situ Gunung”. Tapi jangan khawatir, sini MyTrip kasih panduan manualnya yang mudah diikuti.

 

Dari Jakarta ambil Tol Jagorawi lanjut Tol Bocimi, keluar di Cibadak/Parungkuda, belok kiri. Lalu ikuti jalan besar. Arahkan Google Maps ke Polsek Cisaat, persis di depan Polsek belok kiri ke Jalan Kadudampit. Ikuti terus jalan itu yang menanjak dan berkelok-kelok sepanjang +/-9 km sampai menemukan gerbang TN Gunung Gede Pangrango. Tinggal cari Gerbang masuk Suspension Bridge, sudah ada petunjuknya di situ. Perjalanan dari pinggiran Jakarta Timur sekitar 3 jam dengan kepadatan jalan normal.

 

Pengelola Jembatan Gantung Lembah Purba menyediakan 4 paket bagi pengunjung. Ada Jalur Hijau VIP seharga Rp100.000 per orang, jarak tempuh 1,8 km, termasuk Spider Web, Jembatan Gantung Lembah Purba, Curug Sawer, Keranjang Sultan, Jembatan Merah, Danau dan juga asuransi, welcome drink serta shuttle kendaraan atau ojek motor. Ada Jalur Merah hanya Rp50.000 per orang, jarak tempuh 3,7 km, tapi hanya termasuk Spider Web, Jembatan Anggrek 83 m, Curug Sawer, Jembatan Merah, Danau dan juga asuransi serta welcome drink. Paket lainnya yaitu Flying Fox Rp 150.000 per orang, yang merupakan flying fox terpanjang 753 m dengan ketinggian 200 m, melintasi danau, lembah dan hutan tropis. Paket yang lebih lengkap adalah Ekspedisi Lembah Purba seharga Rp300.000 per orang termasuk makan siang, jarak tempuh 6 km, puas melewati 7 jembatan yang berbeda selain Jembatan Gantung Lembah Purba, juga Air Terjun Kembar, selain dapat juga Curug Sawer dan Keranjang Sultan.

 

Rekomen MyTrip untuk kali ini: Jalur Hijau. Alasannya karena hari kedua akan mengambil jalur hiking yang cukup panjang, jadi hemat tenaga. Keseruannya bisa dilihat di foto-foto berikut.

 

Jembatan Gantung Lembah Purba kini lebih panjang, 535 m

 

Spider web

 

Hiking ringan menuju Curug Sawer

 

Rombongan MyTrip di Curug Sawer, Februari 2025

 

Keranjang Sultan

 

Jembatan Merah

 

MAKAN SIANG KALAP DI RUMAH MAKAN IBU BUNUT

MyTrip merekomendasikan untuk makan siang di Kota Sukabumi, tepatnya di Rumah Makan Ibu Bunut, masakan Sunda. Jadi setelah bercapek-capek di Situ Gunung, kita bisa makan siang yang enak dengan pilihan yang sangat banyak. Modelnya prasmanan, ambil sendiri lalu dipanaskan dulu baru disajikan.

 

Sajian di Rumah Makan Ibu Bunut

 

MENGINAP DI GOALPARA ESTATE CAMP

Goalpara Estate Camp menyediakan glamping atau premium camp yang lokasinya berada di tengah-tengah perkebunan teh di ketinggian 1.200 mdpl. Terdapat 7 tenda premium yang bisa diisi 4 ataupun 2 orang. Masing-masing tenda memiliki kamar mandi/toilet pribadi yang ada hot shower-nya (bukan di dalam tenda tapi di dalam area atau kavlingnya sendiri), dan fly sheet guna menaungi meja kursi untuk bersantai. Juga disediakan fasilitas kompor gas, ketel, dan panci kecil. Harga satu tenda mulai Rp975.000 yang berlaku weekdays dan Rp1.175.000 untuk weekend.

 

Glamping di Goalpara Estate Camp

 

Suasana di dalam tenda yang bisa diisi 4 orang

 

Jangan khawatir untuk urusan makan karena di area camp ini ada Sukha Kopi, restauran semi outdoor yang menawarkan aneka macam menu dan minuman.

 

Udara di siang maupun malam hari sejuk tapi nggak dingin menggigit, jadi enak banget buat tidur. Bahkan untuk keluar ke kamar mandi di malam hari pun kita nggak menggigil. Cukup kenakan jaket biasa yang tak perlu terlalu tebal.

 

Sore-sore berkabut di Goalpara Estate Camp, sejuk

 

HARI KEDUA DITUTUP DENGAN FOREST HIKING DENGAN BONUS PACET

MyTrip memilih Forest Hiking di Goalpara karena tertarik dengan gambaran rutenya yang masih sangat rimbun dan alami serta area hutan damar yang sangat sureal. Ada dua pilihan rute, Short Route sejauh 6 km, dan Long Route sejauh 10 km.

 

Hutan damar yang sangat sureal

 

Long Route yang MyTrip pilih, menurut perhitungan akan berlangsung selama 5-6 jam. Tetapi pada kenyataannya kami dapat menyelesaikannya dalam waktu 4 jam. Jalannya santai, beberapa kali berhenti terutama untuk mengenyahkan pacet yang menempel di kaki dan tangan. Ya, rute Forest Hiking yang sangat lembab ini ternyata penuh pacet.

 

Di  awal rutenya berupa kebun teh, lalu masuk ke hutan rimbun, di sinilah baru kawanan pacet meneror. Awalnya jejeritan, minta pemandu menyemprotkan hand sanitizer untuk melepaskan pacetnya, sampai akhirnya kami sudah terbiasa dan berani mencabut sendiri dari kulit tangan maupun kaki. Di tengah rute terdapat curug. Tidak terlalu tinggi curugnya tapi menawarkan kesejukan. Lepas dari hutan barulah masuk hutan damar (tadinya kami pikir hutan pinus).

 

Awal rute berupa kebun teh

 

Masuk hutan rimbun

 

Curunya tidak terlalu tinggi tapi masih sangat alami

 

Hutan damar nan cantik di akhir rute

 

Secara keseluruhan MyTrip merekomendasi Forest Hiking ini. Benar-benar segar udaranya, hutannya rimbun dan masih sangat alami --di beberapa ruas bahkan kita harus menerabas ranting pohon, kalori terbakar tapi tidak terlalu melelahkan. Anak-anak usia 7 tahun pun bisa mengikutinya. Just right!

 

Menerabas ranting pohon

 

Anak-anak usia 7 tahun pun bisa

 

Tertarik? Anda bisa menghubungi MyTrip untuk mengaturkan trip seperti ini. Silakan hubungi 0811821006.

 

Teks: Mayawati NH (Maya The Dreamer) Foto: Mayawati NH, Randy Ramdhany, Dok. MyTrip
Comment